KUALA PEMBUANG – Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan koperasi agar memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Hal ini disampaikannya saat membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi di Aula BAPPERIDA, Rabu (7/10/2026).
Bupati menegaskan, koperasi harus bertransformasi dari sekadar entitas berbadan hukum menjadi lembaga ekonomi yang produktif. Ia meminta pengurus dan pengawas tidak hanya mengejar formalitas, melainkan benar-benar menjalankan usaha secara transparan.
“Jangan sampai hanya menjadi koperasi papan nama, ada namanya tetapi koperasinya tidak berjalan. Bila dikelola dengan baik, maka koperasi di Kabupaten Seruyan sangat mungkin berkembang dan memberikan SHU yang baik bagi anggotanya,” ujar Bupati.
Saat ini, terdapat 358 koperasi terdaftar di Kabupaten Seruyan, termasuk 100 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Namun, masih ditemukan koperasi yang belum aktif, yang ditandai dengan belum dilaksanakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT).
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Seruyan, Adhian Noor, menyatakan bahwa pelatihan selama empat hari ini bertujuan memperkuat aspek manajerial. Peserta yang terdiri dari 50 pengurus dan 50 pengawas dibimbing oleh narasumber dari OJK, ISEI, Lapenkop Dekopin, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain fokus pada perkoperasian, Bupati juga menginstruksikan agar setiap kegiatan pemerintah diprioritaskan di wilayah Kabupaten Seruyan. Langkah ini diambil untuk menciptakan efek berganda bagi sektor penginapan, UMKM, hingga perdagangan lokal. (Redaksi)



Komentar